Minggu, 30 Desember 2012

Buritan Penuh

Sudah berkali - kali hendak mendewasakan hati dan pikiran
Melalui naluri seorang dengan wibawanya
Sudah begitu mantap
Hingga terasa melayang dibuatnya
Hendak menjatuhkan cinta lagi
Tapi tidak lagi bisa
Harapan - harapan hendak aku tanggalkan padanya
Beribu nasihat ingin aku terima darinya
Keberhasilan yang lain ingin aku tangkap bersamanya
Waktu ingin aku robohkan dengan kemantapan jalinan kemesraan kami

Semua lalu berubah seakan hancur
Semua lalu terhenti karena masa lalu
Semua benar - benar runtuh bagai diterjang bencana
Yang datang lalu menghancurkan dan akhirnya pergi
Pergi dengan sombongnya
Pergi dengan angkuhnya
Pergi meninggalkan bekas - bekas luka yang dalam
Dan pada akhirnya membuatku lebih menderita

Tapi aku merasakan tidak akan ada bandingannya
Antara kau yang ku pilih dengan dia yang akan aku pilih
Aku merasa berhujat makna saat bersamamu
Aku berasa pulang dan manis saat berdua denganmu
Aku merasa ...
Benar - benar runtuh saat aku kembali
Kembali merasakan buruknya saat ditinggal pergi
Kembali merasakan pedihnya saat kau pulang
Kembali merasakan peluh dan kesah saat terbaringmu
Kembari merasa ceria cinta kita dulu

Tidak !
Aku belum bisa menerima keputusan yang aku ambil
Aku belum bisa memahami mengapa itu pernah keluar dari pikir dan mulutku
Aku belum bisa mengerti apa mau ku
Aku belum bisa
Hati ini tetap penuh dengan kekamuanmu
Pikiran ini penuh keinginan untuk bersama
Mulut ini masih tetap penuh akan kenangan kita
Orang lain belum bisa menggantikan itu terhadapmu !

Jadikan itu sebuah pengalaman hidup
Yang tak tahu entah kemana arahnya
Yang selalu jelas langkahnya
Yang tidak tahu kapan akan berakhir
Yang akan selalu berjalan beriringan dengan waktu
Yang akan ada ceria, bahagia, ketenaran hingga yang terburuk sekalipun
Bersamaku, waktu akan berlalu
Tidak bersamamu, langkah ini akan berlalu
Tidak dengan kita berdua, dunia ini tak jadi bermakna
Tidak dengan kita berdua, tiada cinta seindah yang pernah kita dapatkan


Tapi seluruh hidupku masih penuh denganmu
Akan langsung berkurang karena waktu
Akan aku tangkap sisanya tanpa dirimu
Tidak akan berhenti tanpa adanya dirimu
Terima kasih

Rabu, 26 Desember 2012

Bantu Aku Menemukannya Dari Puisiku

Terkadang mimpi datang dengan tiba - tiba.
Lalu terbang tak berlanjut.

Langkah merajah tanah.
Dan kemudian tertutupi debu.

Semilir angin berayun.
Lalu terbuyar lagi.

Cinta bersemi dalam waktunya.
Karena ilham, layu tak berbentuk.

Awan menarik langitnya.
Bukan apa - apa, tapi hanya sebatas tahu.

Harumnya mengguyur pesona.
Entah, mengapa itu terjadi sedetik lalu.

Hati panas karena ucapan.
Bertemu kekasih lebih mengencangkan perasaan.

Uap muncul karena keterbalikan.
Lalu bercerai - berai.

Sedetik kemudian...
Sedetik...
Sedetik lagi...
Sedetik seterusnya...
Berlalu.

Ia datang menjelma hujan.
Hanya sebentar, pelangi pun tak tampak.

Sebatas rindu saat ini.
Meskipun sebentar sudah mengubah selera romantis.

Marah dengan berbagai pengalaman.
Dan datang lagi pengalaman, lupalah.

Datang...
Pergi...

Hitam...
Putih...

Hidup...
Mati...

Sekejap...
Menghilang...

Semenit?
Dua menit?
Tiga menit?
Apa?!

Cepat ada.
Hanya menyapa dan seperti biasa, pergi.

Apa?
Ada.

Semua akan cepat berlalu.
Mengelilingi ego untuk terluka.
Menjadikan pusat perhatian tersamar.
Tetap menjadi seperti ini.
Terangkan demi kepuasan hidup.
Yah...
Mau apa lagi.
Ku lanjut esok saja.
Agar tahu kejadian - kejadian untuk mendapat insprasi.

Jumat, 07 Desember 2012

Waktu Yang Mempertemukan

Entah...
Jadikan itu seperti ini.
Aku mengenal seseorang yang aku tidak tahu berasal darimana, siapa dan bagaimana. Yang aku tahu adalah dia orang yang baik dan yang jelas aku satu pekerjaan otak dan tangan dengannya, dan juga teman sepenanggunganku yang lain. Butiran-butiran inspirasiku datang dari mereka. Beranjak dari tidak tahu menjadi lebih tahu. Berkelahi dengan udara dan waktu untuk menjadikan beban duniawi kami selesai tepat waktu. Hebatnya, aku memandang teman yang baru aku kenal ini berkepribadian menarik dari yang lain.
Wow...
Hari berlanjut entah kemana dan aku hanya ikuti jejaknya. Aku kirim berbagai tulisan biasa ku melalui secarik gerak tangan dan aku tambahkan dia sebagai daftar orang yang ingin aku bagi jerih jariku sebelum terlelap. Dia pun tertarik. Hmmm. Dari situ aku berpengetahuan bahwa dia orang yang klasik. Suka dengan hal-hal yang terkadang orang lain pun pasti menguap dan menganggap sebuah karya adalah membosankan.
Suara orang asing itu terdengar sayu dengan lentik alisnya yang tebal. Menandakan manusia itu sangat berpendirian teguh. Rambut yang hitam adalah sifat alaminya. Badannya yang panjang mengalahkan egoku untuk menyapa tiap bertemu. Cara jalan yang sedikit melebar merupakan kesederhanaan. Atas semua kesempurnaan itu, sering membuat hati ini sedikit terasa panas jika matahari dikelilingi oleh planet-planetnya. Bagaimanapun, permulaan adalah cara pandangku melihatnya.
Hari seperti awan. Pasti putih bersih atau hitam seperti mendung. Tak sering bertegur dengan layar kecil ditangan. Hanya sering mengungkapkan kerinduan saat bunyi itu datang dan nampak "bagaimana dengan alunan jarimu?". Itu adalah tegur sapa yang bijak. Aku belum tahu seberapa dia dan masih belum tahu dia. Aku tidak ingin mengorek-ngorek karena aku pikir wanita tidak melakukan itu. Ya, memang aku tertarik dengan dia, sebatas yang aku tahu saat ini sampai entah kapan. Selanjtunya, biar kulitnya yang menggerayangi nasibnya di kota yang mulai ramai ini. Hingga, jika saling bertemu, tak lupa bahwa terkadang kami saling menggugah. Yap... Jika semua berlanjut, biar selalu apa adanya. Jika tidak, perubahan tidak akan merubah apapun kan?

Salam kenal untuk dia dan terima kasih Kakak (jika boleh kusebut dia begitu ^^ ).

Rabu, 17 Oktober 2012

Entah Kemana Saja

Sebuah benalu hidup dalam sangkarku
Dia menghabisi segala bentuk rupanya
Tak tersangkut lagi pintuku dengan dahan yang lain
Dan menjadi buyar entah kemana saja
Biar semua dengan adanya
Sungguh biar turun dalam penatnya
Ribuan tahun tak akan merubah petikkannya
Bahkan sampai dunia ini hanya mempunyai 1 Raja
Halusinasi yang membuat halangan pahit
Tapi tetap perempuan ini punya nyali
Untuk tahu betapa berat pikulan - pikulan itu terjinjing
Dan berhenti sampai mati
Wanita ini hanya perlu kasian pada diri
Tidak dengan naluri terkadang menjadi kekang
Pikir perempuan ini jauh lebih sempit
Hanya sebatas langit ke - 7
Yang dikelilingi oleh tatapan penggoda
Dan mencoba berpaling menjadi jahat
Dasarnya adalah bosan
Mengapa sanggup adalah keputusannya
Hirauan teman tetap dinomorsatukan
Entah jari kelingking adalah janji
Dimana sesuai janji maka tak tertepati
Mengapa ada setahun jika ada sehari
Perbuataanya begitu kemilau dihati
Terapi - terapi begitu tak sejalan
Girangnya hari tak begitu memukau
Ada benalu yang hinggap di sarangku
Mengukir kisah lama
Tak berujung dan fatal
Memporakporandakan hidup
Dan siap jatuh entah kemana saja

Selasa, 09 Oktober 2012

Baca Diriku dari Pertanyaanku, Maka Aku Menjawab Pertanyaanmu

Haruskah aku membandingkanmu dengan harapan baruku? Karena aku pikir itu hal yang sama.
Mampukah aku menertawai leluconmu dengan seringaiku? Karena aku pikir itu adalah nafasku.
Bukankah kau sama dengan nadiku? Karena darahmu mengalir dalam kenanganku.
Tahukah "durimu" adalah nyawaku? Karena mawarlah yang menjadi pendampingku.
Maukah kau menjadi bagian dari remukan hidup ini? Lalu kita coba pecahkan teka - teki didalamnya.
Yakinkah kau tentang arti pertemuan kita? Karena tidak sengaja adalah bagian dari perjalanan penerimaan.
Betulkah kau merasa jatuh cinta? Aku hanya menduga karena cinta kutuai dari benihku.
Pikiran apa yang ada dibenakmu beberapa hari ini? Semua itu adalah alasan mencari arti dan akan terus terjadi.
Pedulikah dirimu akan terikatnya benang? Karena aku berharap biar waktu yang memisahkan.
Apakah kau mencoba untuk tahu semua hal itu? Sesungguhnya, jika tidak biar aku yang tahu. Jika ya, jadikan itu untuk pengalamanmu dengan yang lain. Karena aku pikir, pertanyaan adalah hembusan nafasku dan jawabannya adalah semua tentang dirimu saat ini dan seterusnya yang akan selalu tersamarkan oleh berjalannya usia.

Shinjitsu No Uta / 真実の歌

Hai... Namaku Tari.
Apa yang akan aku ceritakan adalah kenangan. Lebih tepatnya sebuah kenangan, sejauh yang aku ketahui mengenai hidup ini. Sejumput warna yang berkibar tentang hidup ini.
Aku tahu hari - hari begitu cepat berlalu tidak maupun dengan sengaja. Maksudnya begini.
Bukankah terlalu singkat jika memang kita tahu kapan kita akan beranjak menjauh dari bumi ini?
Bukankah terlalu sedih untuk tahu bahwa seseorang harus pergi karena tangannya sendiri?
Yah...
Terkadang rumput yang hijau adalah sebuah kesunyian yang menerka pikiranku, dan terkadang pula matahari selalu menginginkan sinarnya bisa membuat senyum setiap makhluk.
Tentu saja semua hanya kiasan. Mana ada rumput hijau adalah sunyi? Mana ada matahari bisa membuat senyum semua mulut? Aneh...
Tapi itu yang aku hadapi. Ketebalikan dari sebuah ladang yang rumputnya hijau. Kesenjangan dari matahari dengan sengat panasnya.
Jika salah satu teman adalah rumput hijau, maka teman yang lain adalah matahari yang akan menerjangnya sehingga menjadi kuning.
...
Dan itu aku.
Terlepas dari siapa aku, darimana aku berasal, bagaimana rupaku dan lain sebagainya.
Kegiatan membunuh aku rasa cukup kasar. Maka aku cukup menjadi mataharinya. Menarik bukan?
Mengapa bisa begitu?
Satu tujuanku. Menjadi baik di setiap anggapan yang salah. Menjadi baik di setiap perbuatan yang aku anggap benar.
Tanpa aku, mana ada kalian, wahai rumput hijau.
Tanpa ada aku, mau kau apakan bumi ini?
Jika aku menjauh dan pergi, kalian ingin apakan hidup kalian?
Maksudku, entah kapan aku akan pergi, tapi satu hal...
Hargai aku.
Sejelek apapun aku, aku hanya ingin diterima.
Penuh dengan penantian bahwa kalian akan tahu perasaanku.
Jangan suka mengeluh.
Dimanapun rumput hijau, tidak akan hidup selamanya!
Sehijau apapun kalian!
Aku memang menjengkelkan.
Aku memang menyakitkan.
Cukup tahu dan aku cukup senang atas anggapan itu.
Setidaknya kalian menganggap aku ada meskipun anggapannya buruk.
Satu - satunya yang ingin aku ubah adalah diriku sendiri.
Jika bisa dan jika aku mampu, akan aku ubah cara hidupku dan cara pandang kalian.
Aku sudah cukup mencintai kalian. Maka cintailah aku.
Maka, mungkin musim panas bisa aku ubah menjadi musim dimana kalian dan aku bisa bersentuhan.

Kenanganku bukanlah sebuah kenangan yang asik, ya?
Tapi sejuah ini, hidupku penuh dengan warna dan punya ciri khasnya sendiri.
Cukup dari aku. Lagi pula hari ini aku masih galau.. Bye

Senin, 10 September 2012

Gundah Selimut Akhir Malam

Kata orang butuh waktu lama untuk melupakan orang yang disayangi dan dengan waktu sebentar untuk jatuh cinta.
Kata orang cinta tumbuh dari kebiasaan.
Kata orang tidak pantas memberi cinta pada orang yang salah.
Kata orang
...

(membuang nafas)
Kesempatan - kesempatan itu diluar batas pikir seorang pencinta hidup.
Keragu - raguan membuatnya berpikir dialah orang terbodoh yang pernah ada.
Keluguannyalah yang sanggup menuai butiran - butiran embun di setiap senyumnya matahari.
Adalah satu dari segalanya untuk menjadi berbeda.

(menoleh ke kanan)
Kesendirian membuat agar -agar menjadi tak menarik untuk disantap.
Kesendirian menjadikan udara lebih dingin dari biasanya.
Kemakmuran mata sebagai jaminan segarnya nafas kehidupan.
Bukankah menarik?

(menengok ke kiri)
Mawar tak biasanya sehitam perasaanku.
Kelamnya tak mengimbangi pikiran - pikiran najisku.
Kedua tangan hendak merangkul siapa?
Kepada siapa aku tuangkan air remukan gelas ini?

(arah pandangan kembali ke depan dengan duduk sedikit maju)
Posisiku sedang melawan arus.
Kemana hendak berlabuh kembali?
Kesana? Kesini?
Kemana?

(sikap duduk sedikit berubah)
Badan ini
...
Mau apa badan ini?
Kehancuran seperti apa yang akan diterimanya?
Keselarasan setiap butir udara adalah melihat dengan hati.

(mencoba menikmati sekitar)
Boleh untuk berubah?
Boleh bersikap tidak adil?
Aku lakukan sesukaku.
Aku buat sedikit mengalami kejanggalan.

(melihat jam menunjukkan pukul 1 siang tepat!)
Haruskah bertahan hanya dengan 1 kaki?
Haruskah menjalani kegagalan?
Haruskah tahu bagaimana cara berpaling?
Haruskah?

(menghela nafas kedua)
Uraian kata tak menunjukkan bahwa hanya  berpeluang 1 harapan.
Tapi ada banyak kekuatan yang tersirat sebagai motivasi.
Ada sedikit saja pecahan hati disini
Sudah cukup aku rasakan sebagai wanita.

(pergi dan berlalu)
...
Bagiku, aku duluan yang tahu bagaimana dan seperti apa perasaanku.
Biar aku putuskan dengan adil dan andilku.

Kamis, 06 September 2012

Dirimu Menurutku

Jumlah perkataanku melampaui pemikiranku sendiri mengenai dirimu. Menuntunku melalui langkah - langkah kecil. Menghidupkan perih - perih rangkaian gila. Kekamuanmu mengingatkanku betapa hebatnya dunia ini. Betapa manisnya pelukan udara yang memeluk erat saat aku tepat bersandar di pelukmu jika itu mungkin. Kau menari dengan lagaknya seorang kesepian, tidak ada yang tahu kecuali aku. Seharunya tulisan - tulisan ini menghantamku ke dunia merah tanpa merajuk. Seharusnya ku mencoba membuktikan semua hal yang bisa membuatmu percaya. Kau satu - satunya yang mampu membuatku jatuh. Tidak satupun kau tuangkan harapanmu. Hanya sebuah udara dingin mencekam. Kau tidak hanya hinggap di kepalaku, tapi kau juga tinggal bersama diri dan nyawamu. Seperti buah dengan segala bibitnya. Seperti duniaku yang selalu menyapa setiap pagiku. Aku menyimpan semua perkataan yang kau ucapkan, tak semua orang tahu kecuali aku. Sesungguhnya aku berteriak meneriaki dirimu. Betapa bodohnya kau. Mungkin aku harus membuat dirimu lebih percaya. Bahwa kau sangat berharga dimatamu. Mungkin aku harus membuatmu lebih percaya.

Senin, 03 September 2012

Aku Bercinta

Aku ingin bercinta denganmu
Menghadirkan sebuah kecupan manis sesudahnya
Meluangkan kepuasan aku menyentuhmu
Dan akhirnya hanya tinggal kita berdua

Kubunuh rasa takutku
Untuk selalu merasa hebat didepanmu
Mendesah dan berlalu
Tak bisa aku berhenti merasa ragu

Kini aku jalani dengan seakan tak tahu ada jam
Tetap usaha ku buka mata
Agar tahu betapa hebatnya dirimu
Menggangguku dengan caramu

Menggiurkan apa yang akan kau hasilkan
Membuat aku senang adalah pasti
Membuat aku gila adalah tentu
Membuat aku marah jika kau tak sesuai dengan harapan

Jangan ragu untuk memberiku hadiah
Jangan tahan dirimu untuk mencumbu diriku
Jangan buat aku menunggu
Jangan buat aku tahu bagaimana menyelesaikan dirimu

Hei, buat aku hanya fokus tentang kita berdua
Hei, jaga nafasmu agar tetap berada dileherku
Supaya aku merasakan giatmu
Menopang hawa nafsu yang keluar dari tubuhmu

Bercintalah, sayang
Buat aku lebih mengenalmu
Buat aku bangga dengan apa yang telah aku lakukan
Buat semua berakhir dengan cepat.

Bukankah aku sangat tertarik padamu?


nb : tulisan ini bukan tentang 'sex', tapi tentang begitu banyak tugas yang aku hadapi dan aku mencoba untuk lebih relax. Memang banyak tugasku.. Hahaha Thanks udah berpikiran yang positif. GBU

Beri Tahu Dirimu Kata Ini

Kelam tak sedikitpun beranjak dari peraduannya
Dia hanya tetap tinggal sambil bernyanyi
Girangnya menjadikan aku bernoda
Selagi aku tak bisa bertepi

Dewasaku menjadikan segalanya bermakna
Jemari berayun hendak melemparkan badannya
Tapi demikianlah tambatan hari tak menopang
Hanya berlalu dengan belagaknya

Bila kaki ini sanggup melangkah lebih jauh
Melalui hanya 1000 kilometerpun aku sanggup
Pengaruh udara kita pun letih
Tak meninggalkan luka perih

Ijinkan aku menerima semua ini
Jika semua adalah satu
Bolehkan aku meraba seluruh isi diri
Kalau memang itu membuat kita lalu

Hai, orang asing
Jadikah kau melalui ini dengan tangan kotormu?
Bisa kah kau menyelami hangatnya perih?
Disini, dirimu sanggup?

Belah dunia ini akan kau temukan
Pelukan ini hanya kata-kata tanpa arti
Hilangkan pelukan memang tahu adilnya
Tapi api ini? Ku hanya bisa rasakan sembari

Kamis, 30 Agustus 2012

RENAISANS


Lahir kembali
Kapan? Kemarin? Sekarang? Esok?
Kunantikan kau!!
Kukagumi sayatan murni arti katamu….
Menjelma dalam diriku
Seirama gerakku
Lantunkan pikiranku
Lahirkan dogma kritisasi hidupku..
Proses pendewasaan menjadi wejangan  basi
Karena kumau lahir kembali

Rabu, 22 Agustus 2012

Hai... Selimut Nafas

Diamku mengalami keracunan
Saat tak ada dirimu, jiwa ini enggan tahu perasaan apa ini
Begitu kau datang, berdiripun aku sanggup tanpa kaki
Begitu kau menghampiri, jendela pilu tertutup rapat

Kau mengalami apa malam ini?
Kau tahu detak jantungku tak bisa terus berdetik
Tak bisa sembunyi dari aliran deras darahku
Tapi cukup memberiku tahu darimana kau datang

Dikau bila boleh kusebut
Adalah kepingan 1 perak mata uang
Tak berarti apa-apa jika aku punya triliunan jumlahnya
Sangatlah berharga jika aku punya hanya satu

Waktuku tak banyak untuk tahu siapa dirimu
Kilauan embun juga tak akan memberi tahuku
Hutangmu beribu padaku saat tak lagi kulihat bringas senyummu
Tak lagi memberi harapan nafsu

Jika kau baca ini, buka semua hatimu
Dan terima aku sebagai pelipur
Bukan sebagai tempat bernaung
Dan juga jangan jadikan aku sebagai seorang yang punya tempat spesial

Justru menghibur dirimu adalah tujuanku
Setelah tujuanku menjadi memutih bersamamu
Dengan hidup yang penuh dengan kata-kata
Dengan hidup yang penuh dengan kesempatan

Bergeming adalah kata tepat penggandeng nafas
Kau menjadikan udara disekitar kulitku begitu bergerak
Seakan mereka dengar kata hatiku yang sedang bergumam
Bersetubuh dengan nyali harapan

Jika kau baca ini, bacalah dengan hati suka
Karena aku akan percaya
Bahwa memang kaulah
Selimut nafasku dalam perjalananku untuk seterusnya

Bersamamu. . .

Minggu, 19 Agustus 2012

Man In The Moon

Aku berkata ini semua sudah cukup
Cara mencari muka didepanku tidak harus dengan selalu melambaikan tangan
Semua sesuai dengan rencanaMu
Tidak semua orang mengerti akan semua itu, tapi mereka menyadarinya

Sesuatu yang buruk terjadi kemudian aku akan menangisimu itu pasti
Fatal adalah kata sukar yang sulit aku mengerti
Haluanmu hanya terjadi dibenakku
Kau memejamkan hati ini dengan tidak memahamiku

Lihat kini angin berpihak padaku
Mereka mencoba menyeimbangkan
Menyeimbangkan tubuh ini yang berdiri tidak lagi tegap
Dan juga mereka mencoba mewarnai oksigen dengan semerbak rambutku

Tapi entah mahkotaku ini tak juga membuatku ingin bersuka
Pohonpun tak lagi bisa menutupinya dengan daun yang ia miliki
Sehingga begitu saja ia terkena paparan matahari
Yang semakin membuat perasaan ini menjadi butiran api

Semua ini tentang kita
Dimana kau mencaciku dengan lembutmu
Di lain sisi aku mencoba tahu apa yang sedang kau alami
Tapi sekarang tak sekalipun kau memihakku ?

Jika memang kau tak lagi menginjak bumi ini
Turutlah berduka karena kau meninggalku
Aku akan tetap membuat semua ini begitu berarti
Dan terus membayangi mimpiku dengan kekamuanmu

Aku tahu kau tidak akan kemana-mana
Biar siang menjadi panas karena sinarnya sendiri
Dan malam menjadi keruh karena bulannya sendiri
Supaya kau tahu itulah yang sedang aku alami saat ini

Tak disampingmu
Tak lagi saling bicara
Tapi kau akan selalu bersamaku walau aku tak tahu
Tidak adilkan ?

Jumat, 17 Agustus 2012

Agendaku Dengan Berbagai Cinta dan Hidup

Buat dirimu menjadi berarti
Bukan berarti kau melupakan harapan
Seperti burung yang entah mengapa
Tak lagi merasa ingin terbang

Jatuhkan misil ketika perang
Bukan berarti kau pasti akan menang
Melainkan mereka akan tahu betapa kau
Sungguh - sungguh dalam mencapai tujuanmu

Menjadikan hidup lebih berarti
Bukan berarti kau melupakan cinta
Seperti melupakan keindahan pelangi
Saat ia tidak datang kecuali sehabis hujan

Kita pergi bukan berarti film yang ditayangkan jelek
Melainkan tidak seperti yang kita harapakan
Disitu ada kekecewaan
Disitu ada rasa ingin...entahlah

Berjalan bukan menggunakan kaki
Tapi harus dengan perasaan
Dimana kau akan menikmati waktu
Yang sama sekali berbeda dengan biasanya

Saat 1 langkah bisa membawamu ke babak selanjutnya
Pastikan langkah kedua adalah dimana orang-orang akan mendukungmu
Dan langkah ketiga adalah dengan jerih payahmu menjadi yang terbaik
Dan langkah selanjutnya adalah selalu menoleh ke belakang, melihat kekurangan kita dan tidak melupakan apa yang kecil

Berjanji bukan salah satu tahap kedewasaan
Tapi berjanji adalah dimana kau bisa menjadi dewasa
Bukan dengan kata-kata kau berjanji
Tapi dengan berjanji kau menjadi sempurna

Jam 12 malam seseorang mengajakmu pergi
Itu adalah panggilan untuk melakukan seks
Ketika seseorang menelpon tepat tengah malam
Ada isi hati yang siap untuk dibagikan dan kita harus mengatakan "semua akan baik-baik saja."

Jauh ketika ketika kecil adalah untuk dimanjakan
Saat kita remaja adalah saat untuk melakukan proyek-proyek hidup
Suatu saat jika kita dewasa adalah saatnya untuk menikmati kegagalan
Saat umur kita 30 tahun, saat kita untuk berbagi kesangan
Dan ketika kita berumur 40 tahun, saatnya kita untuk mentraktir.
Jika sudah tua, bukan berarti kita tahu apa yang ada didalam setiap anak cucu kita
Melainkan tahu bagaimana kita harus memberi saran dan melepas apa yang sudah kita cintai
Untuk selamanya...

Rabu, 15 Agustus 2012

Katak Tak Tahu Daun Bergerak

Dengar...
Aku tahu di titik sana ada perkumpulan katak yang tahu akan datangnya hujan.
Sssttt...
Dengar lagi?
Mereka sedang membicarakan hujan seperti apa yang akan datang nanti.
Lihat!
Disana!
Keluar satu saat tetes hujan pertama turun.
Ada lagi disana!
Ia kelaur saat tanah menyipratkan debu-debunya.
Tapi tunggu.
Aku melihat yang satu disana hanya duduk bersantai.
Tak bergerak.
Tak bergeming.
Tidak menyeringai seperti katak yang lain.
Apa?
Mengapa?
Dibawah daun itu ia seakan berteduh.
Dariapa?
Bukankah katak suka hujan?
Tidak ada suara dari tenggorokannya.
Tidak ada loncatan yang menggairahkan dari kakinya.
Mengapa?
Apakah ia tak tahu ada hujan karena daun diatasnya tak bergerak?


Selasa, 14 Agustus 2012

Percakapan

Maroon : "Apa arti warnamu?"
Jingga : "Ehmm, tak tahu. Apa setiap warna mempunyai artinya sendiri-sendiri?"
Maroon : "Entahlah."
Jingga : "Lalu kau mengapa kau tanyakan hal itu padaku?"
Maroon : "Aku hanya iri padamu. Setiap hari kau disebut-sebut sebagai penghuni pelangi setiap kali ia muncul. Sedangkan aku hanya sebatas warna diatas kertas."
Jingga : "Hei, bukankah kita sama-sama menariknya?"
Maroon : "Ah, aku meragukan itu. Bahkan kau ada diurutan kedua setelah merah. Prestasi yang sangat baik. Darimana aku dapatkan yang seperti itu?"
Jingga : "Tidak. Bukan. Jika kau ingin tahu mengapa aku dapat posisi itu, kau sadari dulu apa yang telah kau lakukan saat usiamu sekarang. Mereka menjadikan aku kedua karena aku terpilih. Aku dipilih olehNya. Tidak satupun orang hebat yang dapat memilihku dimuka dunia."
Maroon : "..."
Jingga : "Lagi pula aku suka dengan grup Band yang mempunyai nama sepertimu, yaitu Maroon 5. Lihat, ada lima lagi. Prestasi dunia yang sangat hebat. Tidak seperti aku. Aku diingat saat ada pelangi muncul. Itu pun tidak semua orang tahu. Terkadang kau tidak mengerti apa yang aku rasakan. Tapi dilain sisi aku berguna. Aku mengindahan warna pelangi sehabis hujan. Mengerti maksudku?"
Maroon : "Yah... Kita memang punya ciri khas tersendiri."
Jingga : "Jadi jangan lihat apa yang terjadi sekarang padaku. Lihat dirimu yang dulu. Tanpa kau, manusia lain juga tidak memperdulikanku."
Maroon : "Aku mengerti."
Jingga : "Jangan bersedih lagi, ya? Hei, aku akan pergi untuk menghiasi pelangi. Kau tahu? Kau juga punya jadwal pertunjukkan, kan? Aku akan melihatnya dari sana. Oke?"
Maroon : "Yah... Aku juga akan melihatmu dari sini. Selamat berjuang."
Jingga : " ^^ "

Percakapan ini hanya terjadi di benak seorang pecandu obat-obatan. Jadilah dirimu sendiri. :)

Minggu, 12 Agustus 2012

"Kata" ?

Dunia ini hanya kata-kata, kan?
Ketika kita hanya diam dan tak menikmati waktu yang tersisa, akan ada penyesalan.
Saat kita kaya dan menemukan kepingan emas, bisa dikatakan kita dipuncak kejayaan.
Jika ingin melalui masa-masa sulit dan datang seorang sahabat dan berkata, "Hidup ini singkat. Lalui sesukamu."
Waktu yang sudah-sudah ingin diulang? Itu tidak mungkin.
Ingin yang mati kembali hidup, teman berkata, " Jadilah TUHAN."
Saat kita datang dan tidak disambut, akan terjadi kegagalan informasi.
Hanya untuk sekedar tahu, datang seorang guru pada muridnya dan bertanya apa yang sedang murid itu lakukan.
Dua orang saling membicarakn temannya yang lain.
Dan masih banyak lagi.
Komunikasi...
Cinta pun gagal tanpa itu.
Tanpa kata-kata.
Sebuah rapat dewan pun akan porak poranda jika si pembicara tidak tahu harus berkata apa.
Itu semua memungkinkan kita semua, seluruh bumi, jatuh dan perang.
Semua itu seperti seorang pria tanpa jiwa prianya.
Seperti anak kecil kehilangan mainan kesayangannya.
Setiap hari akan sama jika apa yang ada dipikiran tidak bisa dituangkan secara mendidih.
Setiap hari akan banyak hujaman-hujaman, umpatan-umpatan.
Itulah mengapa kita berbahasa.
Berkata-kata.
Berbincang.
Mengeluarkan maksud yang ada dipikiran.
Untuk menjelaskan aku mencintaimu.
Aku merindukanmu.
Aku mengerjaimu.
Aku mengikutimu.
Untuk menepati janji.
Untuk mengerti sebuah tindakan.
Perbincangan.
Pertimbangan.
Pergaulan.
Perikatan antar sesama.
Semua itu adalah bahasa per kata.
Tak satupun ada orang yang mengerti arti tindakan menguap, tanda ia kelelahan dan ingin memejamkan mata tanpa memperjelasnya dengan, "Aku kekurangan oksigen dan sangat membutuhkan air".
Tidak akan satu orang pun tahu arti colekkan tanda ia bergairah.
Semua hanya masalah waktu.
Aku mempelajari mereka mulai dari apa saja kata yang keluar saat mereka bicara.
Perkataan yang bagaimana agar orang lain tahu apa yang ia katakan.
Kata mengubah dunia.
Kata mempelajari jaman.
Kata meraup energi dari manusia.
Kita tebelenggu dengan kata dan berkata-kata sesuai dengan pikiran kita.
Jika aku menulis ini, bukankah aku berbicara dengan kata-kataku sendiri?

Sabtu, 11 Agustus 2012

Brain, Define Love, Please...

Love is sharing
Love is understanding
Love is complementary
Love is using heart
Love is you as Romeo and I as Juliet
Love is life
Love is respecting
Love is hang on each other
Love is all about you and me
Love is creating something new
Love is Forever if you can hold it
Love is hang out together with no doubt
Love is friendship
Love is a clock, keep ticking no matter time
Love is future
Love is secrifice
Love is how to make an action
Love is propose
Love is laughing
Love is everything
Love is the best
Love is Miracle

But...

Love can be broke
Love can be destroyed
Love can be die
Love can be nonsense
Love can be separate the two of us
And love is gonna be single

Hati Yang Terdalam Berkata

Ketika satu cara tak membuat segalanya menjadi indah
Aku hanya sebuah ranting tanpa cabang
Ranjau tak lagi meledakkan tanah
Karena begitu jauh terlihat dari kaki diatasnya
Satu keyakinan bahwa dunia ini masih dalam kelamnya saat malam
Embun pagi pun berubah menjadi serbuk-serbuk kehidupan
Yang tak lagi menjadi pertanda sebuah awal
Namun saat semua awan tergantung pada lekukan puncak gunung saat siang
Itulah disaat hati ini sedikit goyah
Biru laut dan langit pun menjadi pilu
Hei, disana aku seharusnya berada
Di tengah banjirnya kesayangan
Dan dengan mudah meluap-luap
Seharusnya sekarang ini aku berdiri dihadapannya
Membicarakan betapa kalutnya perasaan ini
Meributkan tindakan-tindakan yang tidak sepadan
Ikatan ini seharusnya tidak seperti seks
Ketika sama-sama sudah berhasil mencapai klimaksnya
Dan...sudah
Tidak
Seharusnya ini menjadi darah
Menggumpal saat tidak mendapat asupan air selama 72 hari
Herannya semua itu hanya terkadang terjadi
Satu menganggap satu adalah rumit untuk dimengerti
Yang satu mengganggap satunya tidak menarik harapannya
Begitu dengan seringai bintang yang hilang karena harus menemukan cintanya di bumi
Dengan susah bintang itu turun hanya untuk mencari langkah awalnya
Begitu dapat, ia tak bisa kembali untuk bersama dengan bulan
Karena saat itu bulan belum menampakkan cahayanya karena hanya tertutup bumi
Dan kini, bintang hanya bisa merasakan bulan tanpa bisa menyentuhnya

Rabu, 01 Agustus 2012

Sadarkan aku.

Bagai dunia tidak dengan jantungnya yang berdetak
Begitu juga tangan ini telah lelah menopang

Tidak sulit untuk sanggup
Tapi sangat sulit untuk mengatakannya itu mudah

Masih sekecil inikah hati untuk tahu tentang bagaimana cara
Cara untuk menjadikan semua indah ?

Jumat, 13 Juli 2012

Memikirkan Kalian


Jadi
Ketika aku menulis surat ini tak satupun benak pilu yang mengurung kata puas
Begitu banyak
Bahan yang  bisa dijadikan waktu
Waktu dimana kalian lahir untuk bertemu dengan kami
Waktu yang akan kita jalani bersama
Waktu kebersamaan kita
Sebagai satu persaudaraan
Persaudaraan dalam benih benih ikatan yang tumbuh

Kalian tahu…
Masih banyak detik yang dapat kita lukis dengan manisnya hidup
Disini
Sekarang
Dan sampai kita raih apa yang ada di Bima Sakti
Dan menjadi keseluruhan alam untuk membantu kita

Tanggung jawab kita memberikan sepucuk harapan
Sebagai anak bangsa yang tidak buta dengan matanya
Sebagai anak bangsa yang tidak lumpuh dengan cacatnya
Sebagai anak bangsa yang tahu akan dunia ini
Sebagai anak bangsa
Yang mengharumkan tempat dimana kita berlajar

Mari kita kerjakan apa hak kita disini
Mari kita perjuangkan
Kekuatan kita dalam Satu
Satu harapan
Yang muncul disetiap hati kita.

One And Only More


You've been on my mind
I grow fonder every day
Lose myself in time
Just thinking of your face 

God only knows
Why it's taken me so long
To let my doubts go
You're the only one that I want 

I don't know why I'm scared
I've been here before
Every feeling, every word
I've imagined it all
You'll never know, if you never try
To forgive your past, and simply be mine 

I dare you to let me be, your
Your one and only
Promise I'm worth it
To hold in your arms
So come on
And give me a chance
To prove I am the one who can
Walk that mile
Until the end starts 

If I've been on your mind
You hang on every word I say
Lose yourself in time
At the mention of my name 

Will I ever know
How it feels to hold you close
And have you tell me
Whichever road I choose you'll go

I know it ain't easy
Giving up your heart
Nobody's perfect
Trust me I've learned it

Senin, 18 Juni 2012

Kau yang Tahu

Semuanya terlihat hanya dari posisiku...
Lalu akan aku bahas jika aku dalam posisimu.
Karena aku tahu, ini adalah rasa asaku.
Lihat ?
Kau rasa ?
Inilah aku.
Jika memang benar kita tidak berbeda, boleh aku berharap.
Berharap akan menemukan 1000 tahun untuk selalu menemani.
Menemani sesuatu yang ada dibalik tubuh itu.
Menemani segala yang ada didalam tubuh itu.
Artinya aku mencintai 1 dari semua yang aku cinta.
Dibalik itu semua hanya seseorang yang mampu datang.
Yang mampu datang untuk tahu dan mengerti.
Yang besedia datang dan membawakan aku sejumput kehangatan.
Aku belajar.
Karena ketika aku mendekati satu, artinya 0.0000...1 adalah ketidak sempurnaanku.
Dan 9.9999...9 adalah caraku mendekat ke hatimu.
Mendekat ke semua impian seorang wanita.
Dimana aku sudah tahu aku pasti mencintaimu.
Mencintai seseorang yang bersedia berjalan bersamaku dalam rel.
Rel kehidupan yang hanya ada kau dan aku.
Dan ditengah-tengahnya adalah renggangan yang akan kita mampu hadapi bersama.
Aku jatuh cinta.
Kepada hidupmu.
Kepada keperluanmu.
Jatuh cinta padamu.
Jika memang iya kita ini sama, akan aku coba untuk lebih ingin tahu tentangmu.
Jika memang tidak, entah apa yang harus aku lakukan kepada perasaan ini.
Kepadamu.
Pembicaraanku padaNya mungkin bisa berguna.
Tapi Dia tahu perasaan ini.
Sekarang memang hanya aku dalam posisimu.
Setelah ini aku akan coba berada di posisimu untuk tahu.
Tahu kau ada.
Tahu kau nyata dalam hidupku.
Dan aku tahu kita berdua nyata dalam perjalan kita.
Kau satu-satunya yang tahu aku dan ... cinta ini.

Sabtu, 16 Juni 2012

Ketika Aku Ingin Sendiri


Kau tahu ranting apa yang aku inginkan?
Bukan yang kokoh yang aku inginkan.
Bukan yang berkualitas bagus.
Bukan yang besar.
Bukan yang panjang.
Bukan yang mudah patah.
Tapi...
Yang rapuh, yang jelek, yang bengkong, yang hitam, yang pendek, yang terkikis oleh waktu adalah ranting yang bisa menopangku saat ini dan untuk yang akan datang. 
Nantinya di tengah dari diameter ranting itu akan ku tancapkan sebuah 2 buah bulu burung merpati yang halus, putih, bagus, panjang dan bersih.
Itu kenangan kita.
Tahu apa yang bisa dilihat dari situ?
Aku disini bukan wanita yang ingin menampilan sebuah drama dimana aku bukan pemeran utama.
Kau...
Aku ingin merubah mu dari yang tak terlihat hingga akhirnya terlihat dengan cukupjelas.
Aku bukan orang yang ingin memenangkan perselisihan dengan cara merobek mulut sendiri.
Kau...
Aku ingin membawa kau melintas dimana tak seorang pun bisa menggapaimu.
Sayangnya...kekuatanku tidak bisa melakukan itu.
Hidupku tidak direncakan untuk itu.
Rencanaku pun bukan untuk itu.
Tapi kehidupan cintaku membawa ku untuk melakukan itu dan masuk kedalam dunia dimana aku harus disiksa.
Aku harus dicambuk.
Aku harus melawan.
Aku harus bertahan.
Dan...aku harus terus tersakiti oleh benda tak tampak.
Aku hidup sendiri memang.
Aku memikul sendiri memang.
Aku selalu memilih memang.
Tapi pilihan ku jelas untuk memilih dirimu dimana kau, rantingku, bisa menyanggahku disaat aku tidak bisa menggapai langit-langit kamarku supaya aku bisa menaruh kenangan kita di atas kepalaku yang bersandar pada cermin hitam...



(Untuk "DIA" yang selalu ada dihatiku, yang mampu membuat aku menangisi indahnya malam karena tersakiti.       Oktober 2010 Yogyakata)

Diam Membawa Sakit yang Perih



Heiii...! 
Aku bukan seonggok direktur! Yang tidak butuh manusia lain...
Aku bukan seuntai daun gugur! Yang tidak lagi membutuhkan dahan...
Aku bukan peti mati! Dibutuhkan saat 1 manusia ingin menjadikan ku tempat nyaman...
Aku bukan pelacur! Yang bisa dipanggil jika ada maunya...

...aku manusia...

Waktu, emosi, naungan, pergaulan, penampilan, bahkan TUBUHku, aku berikan secara cuma-cuma.
2 setengah tahun aku begitu semangat menunggu.
2 setengah tahun aku terbelenggu dalam dosa.
2 setengah tahun aku menangis, meratapi indahnya.
2 setengah tahun aku menahan luka yang terperih!!!
2 setengah tahun aku berjalan dengan waktu dan tidak mendapat apa2.
2 setengah tahun aku sirami, aku rawat, aku jaga, aku perhatikan, aku berikan yang terbaik, aku belai, aku cium, aku cumbu, aku tangisi... aku mencintai ...
2 setengah tahun aku mengerti ada yang memiliki. Tapi berbeda dengan cinta yang aku miliki...
Dia hanya memanfaatkan.
Dia memperolok.
Dia menghakimi.
Dia memberiku benci.
Dia mengatai ku perebut pria atas wanita.
Dia penakut.
Dia bodoh.
Dia tidak mengerti kau.

...dia wanita sama seperti ku...

...tapi aku berikan yang berbeda...

Kau menangis?
Kau bimbang?
Kau dillema?
Kau tidak tahu apa yang harus dilakukan?
Kau egois!
Kau sama sekali tidak mengerti aku!
Kau sia2kan aku!

...kau berhasil merebut badanku...

Heiiiii...!
Aku butuh kau!
Duniaku berubah atas pertemuan kita!
Aku biarkan semua berjalan tidak baik dalam ku dan berjalan sesuai dengan harapanmu...

Menyesal?
Aku?
Aku menyesal?
Untukmu tidak ada kata yang aku terima selain "TIDAK APA-APA. HANYA UNTUK DIA. BIAR DIA SENANG"
Tapi dalam ku?
Mengertikah?
Habis manis sepah dibuang.
Dia menikmati tubuhku, aku dilepas hanya dengan keadaan diam...
Kasihan aku. Biar ku nikmati sampai hari ku tua dalam kesendirian.

Perlakuan Duniaku



Sayang, bukan segala yang ku punya adalah awal dari hidupku.

Menggembirakan ketimbang berhalusinasi di masa kesulitanku. 

Inilah air dikediaman surga yang tak pernah murka.

Aku?

Hendak kutampar mereka yang tak punya mulut untuk mengais hati.

Ingin ku caci maki yang tak punya nyali bak lautan darah.


Bukan, bukan sembarang aku memilih untuk bertahan .


Mau ku berpusat apa kelemahan.


Kemauanku adalah menyadari betapa pentingnya aku untuk bersandar.


Tidak menyeringai seperti kail tanpa umpan.

Semua sedia payung sebelum hujan.


Tapi aku rapikan sebelum mereka datang.


Aku menempis sakit tertimpa badai yang begitu hebat didepan mata.


Juga menghalau semua kesederhanaan dari kekuatan.

Beginilah perasaan akan hancurnya tak punya apa-apa.


Berulang kali bertanya "mengapa garis telapakku lurus tanpa pisah?"


Selalu terkuak menjadi yang terindah pada setiap turunnya pagi buta.


Setiap langkah hati yang meninggalkan bau.


Bagai hening tertelan siangnya alam.


Semerah mawar beselimutkan rasa sakit.

Tidak ada keheningan ketika malam datang.


Telinga mendengar dengan seksama.


Mata terpejam melanjutkan.


Aku tidak mengenai apa yang harusnya aku kenai.


Hanya kesempatan yang selalu kutiduri.

Aku tidak menghasilkan garis lurus ketika kulontarkan panah.

Ilusi yang memuakkan.


Dekade yang melelahkan.


Terkadang orang hanya bebual tak sependapat dengan lahirnya Sang.


Terombang ambing hingga langit ketujuh tak bertujuan.



Ting Tong
Sungguh, bukan sesuatu yang membanggakan dalam mimpiku.

Galau Ku Berbeda

Dengar Bapak, Ibu...

"Sejauh ini, yang terlintas didalam masa laluku adalah hal-hal baik tentangmu dan hal-hal yang buruk yang pernah aku lakukan padamu. Tak sedikitpun tertanam benih-benih jahat di otakku. Semua hanya sekejap mata. Begitu ingin diri ini bertemu hendak bercengkrama. Aku hanya mampu menemani kalian selama 18 tahun belakangan ini. Sungguh waktu sedetik yang tak pernah terbayangkan.

Andai kalian disini jauh lebih lama lagi, aku yakin, aku bisa menunjukkan dunia. Akan aku tunjukkan kota Dubai dengan seribu lampunya. Akan aku tunjukkan kota New York dengan gedung-gedung tingginya. Bila perlu dan jika memang ada, akan aku tunjukkan sebuah negeri di awan hanya dan terkhusus untuk kalian. Dan yang pasti, akan aku tunjukkan dunia ini begitu kecil ditangan anak-anakmu ini.

Kami sendiri. Kami kesepian.
Tapi itu semua hanya untuk menjukkan kepada kami bahwa dengan meninggalkan kami, kalian tahu kami begitu hebat. Kami begitu mandiri. Tapi bukankah itu keputusan yang sangat sengit ? Tentu saja Kalian memutuskannya bertiga tanpa pertimbangan dari kami. Tanpa kalian tiada kami. Tanpa kalian, dunia ini tak jadi penuh..."

Apakah kalian masih tetap mendengarkan ?

Aku pikir tidak... 

Tapi apakah percuma aku bicara seperti ini ?

Aku pikir juga tidak...

Masihkah kalian disini?



Ya... Didalam setiap hati kami.

Jumat, 15 Juni 2012

Lenggakkan Ku

Anggap saja aku bergurau dengan api karena ketika aku bermain dengannya, aku bisa melupakan masa-masa dimana aku didesak oleh hati yang tidak tahu arah tujuannya. Sejauh ini, api itu berbaur dengan apik. Dia memahamiku dengan ketangguhannya. Tapi aku tidak tahu bagaimana akhir dari ini. Akankah dia juga akan memangsaku dengan lidahnya? Atau langsung menghanguskanku menjadi abu?

Aku sendiri mempunyai tujuan. Aku lelah menghadapi ketidakmampuannya membenahiku. Aku menahan semua kesukaran. Aku menolak semua ajakan bicara semua orang hanya untuk memperhatikan dia. Aku tidak bisa menuai apa yang telah aku tanam. Kemilau itu hanya sesaat.

Ketika memang bisa aku bicara dengan Tuhan secara langsung, aku sanggup berkomentar dihadapannya dengan bahasaku sendiri. Akan aku bahas betapa jelinya Dia membuat 'creature' dengan segala perlengkapannya. Kemolekkannya membuat mata ini terlalu menyayanginya. Cerahnya membuat hati ini begitu kaku untuk mencari tempat naungan lain.

Jalanku sudah begini. Ketika aku berjanji untuk bersatu dengan apa yang aku mau, tidak akan mudah aku lepas. Ketika aku sudah mencari dan dapat, tidak akan mudah untuk aku buang. Aku sudah banyak bermain api. Dari api yang biasa aku temui sampai api yang aku tahu memang sangat berbahaya. Caraku hanya ingin berjalan dengan baik dan kemudian mencari lemari yang bagus untuk menaruh sayatan-sayatan benang putih begitu dengan gandengannya.

Tapi jika memang itu terjadi.

Jumat, 08 Juni 2012

Pergantian Pemikiran Manusia

Tinggalku baik sejak dulu.
Semua teratur tanpa ada pengawasan batin.
Kami kesana kemari dengan bangga.
Kami menikam yang kami perlukan.
Kami membunuh yang kami anggap baik.
Kami menghormati.
Kami merawat.
Kami jadikan pedoman langkah maju kami.
Itu dulu ketika semua sama.
...
Sejauh ini tidak ada perasaan yang menghampiri dengan rasa kasihan.
Mereka hadir yang memikirkan wajahnya dunia.
Tak secuilpun menghargai bentangan mata dan ajakan bicara.
Melambai dengan benak tidak dengan lenggakkan.
Semua begitu terharu ketika kami semua bisa menyuap nasi atas nasi.
Tapi kami tersinggung ketika kami dituding sebagai penggalak nasib.
Dimana tuhan kami ?
Dimana majelis - majelis yang berpihak pada kami ?
Lihat tanah kami bernaung !
Mereka ludes habis termakan keserakahan umat-Nya.
Kehidupan mati atas penderitaan kami.
Dunia ini dipengaruhi ketidakadilan.
Kami ditelan mentah - mentah.
Banyak diantara petinggi yang mengatasnamakan kami.
Supaya mereka dapat rejeki kotor.
Dan menikmatinya tanpa tangan kami.
Yang mereka lakukan adalah menghabisi daerah kami.
Mereka memakan penghasilan kami.
Mereka membunuh masa depan kami.
Sungguh sesak...
Tidak ada bandingannya dengan binatang jalang !
Kami hidup tidak dengan uang mereka.
Kami berjalan tertatih - tatih bukan dengan keikhlasan kami.
Kami adalah pemakan batang kayu yang telah dimakan oleh pemakan buahnya.
...
Tapi disisi lain, mereka memberi udara melalui tabung lain.
Mereka memberi kehidupan kepada dunia.
Mereka mengharumkan nama kami untuk dikenang.
Mereka membuat terowangan batu untuk kami keluar.
Bukan untuk mengatasi masalah tapi memberi kami jalan.
Mereka membuat kami kagum dengan jaman.
Awal yang indah.
Menghampiri dan merebut.
Mengayomi dan menindas.
Akhir yang menggila.
Semua giras.
Mereka giras.
Semua adalah keterbelakangan kami.
Tetap terima kasih kepada santunan ilmu yang diberi.
Biar tetap mereka berpikir kami ada.
Kami mengharumkan nama untuk benua ini.
Dan kerelaan kami adalah hal yang harus dibayar lunas.
Karena ketika kami bernostalgia dengan dulunya,
sekarang kami memberikan hak milik kami



By  :  AsriTarie


Minggu, 03 Juni 2012

SALING

Kebijaksanaan bukan dimaksudkan untuk menilai seseorang dari sikap. Menurutku, ia akan merubah segala keburukan dengan cara berpikir yang sesuai dengan ahlak. Menciptakan keharmonisan diatas kecantikan duniawi. Memberikan kecupan didalam kelamnya duka. Jadi, dia benar-benar mengerti apa itu kata "saling" dalam hal positif. Berbanggalah...