Jumlah perkataanku melampaui pemikiranku sendiri mengenai dirimu. Menuntunku melalui langkah - langkah kecil. Menghidupkan perih - perih rangkaian gila. Kekamuanmu mengingatkanku betapa hebatnya dunia ini. Betapa manisnya pelukan udara yang memeluk erat saat aku tepat bersandar di pelukmu jika itu mungkin. Kau menari dengan lagaknya seorang kesepian, tidak ada yang tahu kecuali aku. Seharunya tulisan - tulisan ini menghantamku ke dunia merah tanpa merajuk. Seharusnya ku mencoba membuktikan semua hal yang bisa membuatmu percaya. Kau satu - satunya yang mampu membuatku jatuh. Tidak satupun kau tuangkan harapanmu. Hanya sebuah udara dingin mencekam. Kau tidak hanya hinggap di kepalaku, tapi kau juga tinggal bersama diri dan nyawamu. Seperti buah dengan segala bibitnya. Seperti duniaku yang selalu menyapa setiap pagiku. Aku menyimpan semua perkataan yang kau ucapkan, tak semua orang tahu kecuali aku. Sesungguhnya aku berteriak meneriaki dirimu. Betapa bodohnya kau. Mungkin aku harus membuat dirimu lebih percaya. Bahwa kau sangat berharga dimatamu. Mungkin aku harus membuatmu lebih percaya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar