Sudah berkali - kali hendak mendewasakan hati dan pikiran
Melalui naluri seorang dengan wibawanya
Sudah begitu mantap
Hingga terasa melayang dibuatnya
Hendak menjatuhkan cinta lagi
Tapi tidak lagi bisa
Harapan - harapan hendak aku tanggalkan padanya
Beribu nasihat ingin aku terima darinya
Keberhasilan yang lain ingin aku tangkap bersamanya
Waktu ingin aku robohkan dengan kemantapan jalinan kemesraan kami
Semua lalu berubah seakan hancur
Semua lalu terhenti karena masa lalu
Semua benar - benar runtuh bagai diterjang bencana
Yang datang lalu menghancurkan dan akhirnya pergi
Pergi dengan sombongnya
Pergi dengan angkuhnya
Pergi meninggalkan bekas - bekas luka yang dalam
Dan pada akhirnya membuatku lebih menderita
Tapi aku merasakan tidak akan ada bandingannya
Antara kau yang ku pilih dengan dia yang akan aku pilih
Aku merasa berhujat makna saat bersamamu
Aku berasa pulang dan manis saat berdua denganmu
Aku merasa ...
Benar - benar runtuh saat aku kembali
Kembali merasakan buruknya saat ditinggal pergi
Kembali merasakan pedihnya saat kau pulang
Kembali merasakan peluh dan kesah saat terbaringmu
Kembari merasa ceria cinta kita dulu
Tidak !
Aku belum bisa menerima keputusan yang aku ambil
Aku belum bisa memahami mengapa itu pernah keluar dari pikir dan mulutku
Aku belum bisa mengerti apa mau ku
Aku belum bisa
Hati ini tetap penuh dengan kekamuanmu
Pikiran ini penuh keinginan untuk bersama
Mulut ini masih tetap penuh akan kenangan kita
Orang lain belum bisa menggantikan itu terhadapmu !
Jadikan itu sebuah pengalaman hidup
Yang tak tahu entah kemana arahnya
Yang selalu jelas langkahnya
Yang tidak tahu kapan akan berakhir
Yang akan selalu berjalan beriringan dengan waktu
Yang akan ada ceria, bahagia, ketenaran hingga yang terburuk sekalipun
Bersamaku, waktu akan berlalu
Tidak bersamamu, langkah ini akan berlalu
Tidak dengan kita berdua, dunia ini tak jadi bermakna
Tidak dengan kita berdua, tiada cinta seindah yang pernah kita dapatkan
Tapi seluruh hidupku masih penuh denganmu
Akan langsung berkurang karena waktu
Akan aku tangkap sisanya tanpa dirimu
Tidak akan berhenti tanpa adanya dirimu
Terima kasih
Permulaan bukan segalanya, maka dari itu ada kekuatan agar terus berdiri supaya bisa mencapai akhir.
Minggu, 30 Desember 2012
Rabu, 26 Desember 2012
Bantu Aku Menemukannya Dari Puisiku
Terkadang mimpi datang dengan tiba - tiba.
Ia datang menjelma hujan.
Hanya sebentar, pelangi pun tak tampak.
Sebatas rindu saat ini.
Meskipun sebentar sudah mengubah selera romantis.
Marah dengan berbagai pengalaman.
Dan datang lagi pengalaman, lupalah.
Datang...
Pergi...
Hitam...
Putih...
Hidup...
Mati...
Sekejap...
Menghilang...
Semenit?
Dua menit?
Tiga menit?
Apa?!
Cepat ada.
Hanya menyapa dan seperti biasa, pergi.
Apa?
Ada.
Semua akan cepat berlalu.
Mengelilingi ego untuk terluka.
Menjadikan pusat perhatian tersamar.
Tetap menjadi seperti ini.
Terangkan demi kepuasan hidup.
Yah...
Mau apa lagi.
Ku lanjut esok saja.
Agar tahu kejadian - kejadian untuk mendapat insprasi.
Lalu terbang tak berlanjut.
Langkah merajah tanah.
Dan kemudian tertutupi debu.
Semilir angin berayun.
Lalu terbuyar lagi.
Cinta bersemi dalam waktunya.
Karena ilham, layu tak berbentuk.
Awan menarik langitnya.
Bukan apa - apa, tapi hanya sebatas tahu.
Harumnya mengguyur pesona.
Entah, mengapa itu terjadi sedetik lalu.
Hati panas karena ucapan.
Bertemu kekasih lebih mengencangkan perasaan.
Uap muncul karena keterbalikan.
Lalu bercerai - berai.
Sedetik kemudian...
Sedetik...
Sedetik lagi...
Sedetik seterusnya...
Berlalu.
Ia datang menjelma hujan.
Hanya sebentar, pelangi pun tak tampak.
Sebatas rindu saat ini.
Meskipun sebentar sudah mengubah selera romantis.
Marah dengan berbagai pengalaman.
Dan datang lagi pengalaman, lupalah.
Datang...
Pergi...
Hitam...
Putih...
Hidup...
Mati...
Sekejap...
Menghilang...
Semenit?
Dua menit?
Tiga menit?
Apa?!
Cepat ada.
Hanya menyapa dan seperti biasa, pergi.
Apa?
Ada.
Semua akan cepat berlalu.
Mengelilingi ego untuk terluka.
Menjadikan pusat perhatian tersamar.
Tetap menjadi seperti ini.
Terangkan demi kepuasan hidup.
Yah...
Mau apa lagi.
Ku lanjut esok saja.
Agar tahu kejadian - kejadian untuk mendapat insprasi.
Jumat, 07 Desember 2012
Waktu Yang Mempertemukan
Entah...
Jadikan itu seperti ini.
Aku mengenal seseorang yang aku tidak tahu berasal darimana, siapa dan bagaimana. Yang aku tahu adalah dia orang yang baik dan yang jelas aku satu pekerjaan otak dan tangan dengannya, dan juga teman sepenanggunganku yang lain. Butiran-butiran inspirasiku datang dari mereka. Beranjak dari tidak tahu menjadi lebih tahu. Berkelahi dengan udara dan waktu untuk menjadikan beban duniawi kami selesai tepat waktu. Hebatnya, aku memandang teman yang baru aku kenal ini berkepribadian menarik dari yang lain.
Wow...
Hari berlanjut entah kemana dan aku hanya ikuti jejaknya. Aku kirim berbagai tulisan biasa ku melalui secarik gerak tangan dan aku tambahkan dia sebagai daftar orang yang ingin aku bagi jerih jariku sebelum terlelap. Dia pun tertarik. Hmmm. Dari situ aku berpengetahuan bahwa dia orang yang klasik. Suka dengan hal-hal yang terkadang orang lain pun pasti menguap dan menganggap sebuah karya adalah membosankan.
Suara orang asing itu terdengar sayu dengan lentik alisnya yang tebal. Menandakan manusia itu sangat berpendirian teguh. Rambut yang hitam adalah sifat alaminya. Badannya yang panjang mengalahkan egoku untuk menyapa tiap bertemu. Cara jalan yang sedikit melebar merupakan kesederhanaan. Atas semua kesempurnaan itu, sering membuat hati ini sedikit terasa panas jika matahari dikelilingi oleh planet-planetnya. Bagaimanapun, permulaan adalah cara pandangku melihatnya.
Hari seperti awan. Pasti putih bersih atau hitam seperti mendung. Tak sering bertegur dengan layar kecil ditangan. Hanya sering mengungkapkan kerinduan saat bunyi itu datang dan nampak "bagaimana dengan alunan jarimu?". Itu adalah tegur sapa yang bijak. Aku belum tahu seberapa dia dan masih belum tahu dia. Aku tidak ingin mengorek-ngorek karena aku pikir wanita tidak melakukan itu. Ya, memang aku tertarik dengan dia, sebatas yang aku tahu saat ini sampai entah kapan. Selanjtunya, biar kulitnya yang menggerayangi nasibnya di kota yang mulai ramai ini. Hingga, jika saling bertemu, tak lupa bahwa terkadang kami saling menggugah. Yap... Jika semua berlanjut, biar selalu apa adanya. Jika tidak, perubahan tidak akan merubah apapun kan?
Salam kenal untuk dia dan terima kasih Kakak (jika boleh kusebut dia begitu ^^ ).
Langganan:
Komentar (Atom)