Maroon : "Apa arti warnamu?"
Jingga : "Ehmm, tak tahu. Apa setiap warna mempunyai artinya sendiri-sendiri?"
Maroon : "Entahlah."
Jingga : "Lalu kau mengapa kau tanyakan hal itu padaku?"
Maroon : "Aku hanya iri padamu. Setiap hari kau disebut-sebut sebagai penghuni pelangi setiap kali ia muncul. Sedangkan aku hanya sebatas warna diatas kertas."
Jingga : "Hei, bukankah kita sama-sama menariknya?"
Maroon : "Ah, aku meragukan itu. Bahkan kau ada diurutan kedua setelah merah. Prestasi yang sangat baik. Darimana aku dapatkan yang seperti itu?"
Jingga : "Tidak. Bukan. Jika kau ingin tahu mengapa aku dapat posisi itu, kau sadari dulu apa yang telah kau lakukan saat usiamu sekarang. Mereka menjadikan aku kedua karena aku terpilih. Aku dipilih olehNya. Tidak satupun orang hebat yang dapat memilihku dimuka dunia."
Maroon : "..."
Jingga : "Lagi pula aku suka dengan grup Band yang mempunyai nama sepertimu, yaitu Maroon 5. Lihat, ada lima lagi. Prestasi dunia yang sangat hebat. Tidak seperti aku. Aku diingat saat ada pelangi muncul. Itu pun tidak semua orang tahu. Terkadang kau tidak mengerti apa yang aku rasakan. Tapi dilain sisi aku berguna. Aku mengindahan warna pelangi sehabis hujan. Mengerti maksudku?"
Maroon : "Yah... Kita memang punya ciri khas tersendiri."
Jingga : "Jadi jangan lihat apa yang terjadi sekarang padaku. Lihat dirimu yang dulu. Tanpa kau, manusia lain juga tidak memperdulikanku."
Maroon : "Aku mengerti."
Jingga : "Jangan bersedih lagi, ya? Hei, aku akan pergi untuk menghiasi pelangi. Kau tahu? Kau juga punya jadwal pertunjukkan, kan? Aku akan melihatnya dari sana. Oke?"
Maroon : "Yah... Aku juga akan melihatmu dari sini. Selamat berjuang."
Jingga : " ^^ "
Percakapan ini hanya terjadi di benak seorang pecandu obat-obatan. Jadilah dirimu sendiri. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar