Tinggalku baik sejak dulu.
Semua teratur tanpa ada pengawasan batin.
Kami kesana kemari dengan bangga.
Kami menikam yang kami perlukan.
Kami membunuh yang kami anggap baik.
Kami menghormati.
Kami merawat.
Kami jadikan pedoman langkah maju kami.
Itu dulu ketika semua sama.
...
Sejauh ini tidak ada perasaan yang menghampiri dengan rasa kasihan.
Mereka hadir yang memikirkan wajahnya dunia.
Tak secuilpun menghargai bentangan mata dan ajakan bicara.
Melambai dengan benak tidak dengan lenggakkan.
Semua begitu terharu ketika kami semua bisa menyuap nasi atas nasi.
Tapi kami tersinggung ketika kami dituding sebagai penggalak nasib.
Dimana tuhan kami ?
Dimana majelis - majelis yang berpihak pada kami ?
Lihat tanah kami bernaung !
Mereka ludes habis termakan keserakahan umat-Nya.
Kehidupan mati atas penderitaan kami.
Dunia ini dipengaruhi ketidakadilan.
Kami ditelan mentah - mentah.
Banyak diantara petinggi yang mengatasnamakan kami.
Supaya mereka dapat rejeki kotor.
Dan menikmatinya tanpa tangan kami.
Yang mereka lakukan adalah menghabisi daerah kami.
Mereka memakan penghasilan kami.
Mereka membunuh masa depan kami.
Sungguh sesak...
Tidak ada bandingannya dengan binatang jalang !
Kami hidup tidak dengan uang mereka.
Kami berjalan tertatih - tatih bukan dengan keikhlasan kami.
Kami adalah pemakan batang kayu yang telah dimakan oleh pemakan buahnya.
...
Tapi disisi lain, mereka memberi udara melalui tabung lain.
Mereka memberi kehidupan kepada dunia.
Mereka mengharumkan nama kami untuk dikenang.
Mereka membuat terowangan batu untuk kami keluar.
Bukan untuk mengatasi masalah tapi memberi kami jalan.
Mereka membuat kami kagum dengan jaman.
Awal yang indah.
Menghampiri dan merebut.
Mengayomi dan menindas.
Akhir yang menggila.
Semua giras.
Mereka giras.
Semua adalah keterbelakangan kami.
Tetap terima kasih kepada santunan ilmu yang diberi.
Biar tetap mereka berpikir kami ada.
Kami mengharumkan nama untuk benua ini.
Dan kerelaan kami adalah hal yang harus dibayar lunas.
Karena ketika kami bernostalgia dengan dulunya,
sekarang kami memberikan hak milik kami
By : AsriTarie
Tidak ada komentar:
Posting Komentar