Senin, 10 September 2012

Gundah Selimut Akhir Malam

Kata orang butuh waktu lama untuk melupakan orang yang disayangi dan dengan waktu sebentar untuk jatuh cinta.
Kata orang cinta tumbuh dari kebiasaan.
Kata orang tidak pantas memberi cinta pada orang yang salah.
Kata orang
...

(membuang nafas)
Kesempatan - kesempatan itu diluar batas pikir seorang pencinta hidup.
Keragu - raguan membuatnya berpikir dialah orang terbodoh yang pernah ada.
Keluguannyalah yang sanggup menuai butiran - butiran embun di setiap senyumnya matahari.
Adalah satu dari segalanya untuk menjadi berbeda.

(menoleh ke kanan)
Kesendirian membuat agar -agar menjadi tak menarik untuk disantap.
Kesendirian menjadikan udara lebih dingin dari biasanya.
Kemakmuran mata sebagai jaminan segarnya nafas kehidupan.
Bukankah menarik?

(menengok ke kiri)
Mawar tak biasanya sehitam perasaanku.
Kelamnya tak mengimbangi pikiran - pikiran najisku.
Kedua tangan hendak merangkul siapa?
Kepada siapa aku tuangkan air remukan gelas ini?

(arah pandangan kembali ke depan dengan duduk sedikit maju)
Posisiku sedang melawan arus.
Kemana hendak berlabuh kembali?
Kesana? Kesini?
Kemana?

(sikap duduk sedikit berubah)
Badan ini
...
Mau apa badan ini?
Kehancuran seperti apa yang akan diterimanya?
Keselarasan setiap butir udara adalah melihat dengan hati.

(mencoba menikmati sekitar)
Boleh untuk berubah?
Boleh bersikap tidak adil?
Aku lakukan sesukaku.
Aku buat sedikit mengalami kejanggalan.

(melihat jam menunjukkan pukul 1 siang tepat!)
Haruskah bertahan hanya dengan 1 kaki?
Haruskah menjalani kegagalan?
Haruskah tahu bagaimana cara berpaling?
Haruskah?

(menghela nafas kedua)
Uraian kata tak menunjukkan bahwa hanya  berpeluang 1 harapan.
Tapi ada banyak kekuatan yang tersirat sebagai motivasi.
Ada sedikit saja pecahan hati disini
Sudah cukup aku rasakan sebagai wanita.

(pergi dan berlalu)
...
Bagiku, aku duluan yang tahu bagaimana dan seperti apa perasaanku.
Biar aku putuskan dengan adil dan andilku.

Kamis, 06 September 2012

Dirimu Menurutku

Jumlah perkataanku melampaui pemikiranku sendiri mengenai dirimu. Menuntunku melalui langkah - langkah kecil. Menghidupkan perih - perih rangkaian gila. Kekamuanmu mengingatkanku betapa hebatnya dunia ini. Betapa manisnya pelukan udara yang memeluk erat saat aku tepat bersandar di pelukmu jika itu mungkin. Kau menari dengan lagaknya seorang kesepian, tidak ada yang tahu kecuali aku. Seharunya tulisan - tulisan ini menghantamku ke dunia merah tanpa merajuk. Seharusnya ku mencoba membuktikan semua hal yang bisa membuatmu percaya. Kau satu - satunya yang mampu membuatku jatuh. Tidak satupun kau tuangkan harapanmu. Hanya sebuah udara dingin mencekam. Kau tidak hanya hinggap di kepalaku, tapi kau juga tinggal bersama diri dan nyawamu. Seperti buah dengan segala bibitnya. Seperti duniaku yang selalu menyapa setiap pagiku. Aku menyimpan semua perkataan yang kau ucapkan, tak semua orang tahu kecuali aku. Sesungguhnya aku berteriak meneriaki dirimu. Betapa bodohnya kau. Mungkin aku harus membuat dirimu lebih percaya. Bahwa kau sangat berharga dimatamu. Mungkin aku harus membuatmu lebih percaya.

Senin, 03 September 2012

Aku Bercinta

Aku ingin bercinta denganmu
Menghadirkan sebuah kecupan manis sesudahnya
Meluangkan kepuasan aku menyentuhmu
Dan akhirnya hanya tinggal kita berdua

Kubunuh rasa takutku
Untuk selalu merasa hebat didepanmu
Mendesah dan berlalu
Tak bisa aku berhenti merasa ragu

Kini aku jalani dengan seakan tak tahu ada jam
Tetap usaha ku buka mata
Agar tahu betapa hebatnya dirimu
Menggangguku dengan caramu

Menggiurkan apa yang akan kau hasilkan
Membuat aku senang adalah pasti
Membuat aku gila adalah tentu
Membuat aku marah jika kau tak sesuai dengan harapan

Jangan ragu untuk memberiku hadiah
Jangan tahan dirimu untuk mencumbu diriku
Jangan buat aku menunggu
Jangan buat aku tahu bagaimana menyelesaikan dirimu

Hei, buat aku hanya fokus tentang kita berdua
Hei, jaga nafasmu agar tetap berada dileherku
Supaya aku merasakan giatmu
Menopang hawa nafsu yang keluar dari tubuhmu

Bercintalah, sayang
Buat aku lebih mengenalmu
Buat aku bangga dengan apa yang telah aku lakukan
Buat semua berakhir dengan cepat.

Bukankah aku sangat tertarik padamu?


nb : tulisan ini bukan tentang 'sex', tapi tentang begitu banyak tugas yang aku hadapi dan aku mencoba untuk lebih relax. Memang banyak tugasku.. Hahaha Thanks udah berpikiran yang positif. GBU

Beri Tahu Dirimu Kata Ini

Kelam tak sedikitpun beranjak dari peraduannya
Dia hanya tetap tinggal sambil bernyanyi
Girangnya menjadikan aku bernoda
Selagi aku tak bisa bertepi

Dewasaku menjadikan segalanya bermakna
Jemari berayun hendak melemparkan badannya
Tapi demikianlah tambatan hari tak menopang
Hanya berlalu dengan belagaknya

Bila kaki ini sanggup melangkah lebih jauh
Melalui hanya 1000 kilometerpun aku sanggup
Pengaruh udara kita pun letih
Tak meninggalkan luka perih

Ijinkan aku menerima semua ini
Jika semua adalah satu
Bolehkan aku meraba seluruh isi diri
Kalau memang itu membuat kita lalu

Hai, orang asing
Jadikah kau melalui ini dengan tangan kotormu?
Bisa kah kau menyelami hangatnya perih?
Disini, dirimu sanggup?

Belah dunia ini akan kau temukan
Pelukan ini hanya kata-kata tanpa arti
Hilangkan pelukan memang tahu adilnya
Tapi api ini? Ku hanya bisa rasakan sembari