Dunia ini hanya kata-kata, kan?
Ketika kita hanya diam dan tak menikmati waktu yang tersisa, akan ada penyesalan.
Saat kita kaya dan menemukan kepingan emas, bisa dikatakan kita dipuncak kejayaan.
Jika ingin melalui masa-masa sulit dan datang seorang sahabat dan berkata, "Hidup ini singkat. Lalui sesukamu."
Waktu yang sudah-sudah ingin diulang? Itu tidak mungkin.
Ingin yang mati kembali hidup, teman berkata, " Jadilah TUHAN."
Saat kita datang dan tidak disambut, akan terjadi kegagalan informasi.
Hanya untuk sekedar tahu, datang seorang guru pada muridnya dan bertanya apa yang sedang murid itu lakukan.
Dua orang saling membicarakn temannya yang lain.
Dan masih banyak lagi.
Komunikasi...
Cinta pun gagal tanpa itu.
Tanpa kata-kata.
Sebuah rapat dewan pun akan porak poranda jika si pembicara tidak tahu harus berkata apa.
Itu semua memungkinkan kita semua, seluruh bumi, jatuh dan perang.
Semua itu seperti seorang pria tanpa jiwa prianya.
Seperti anak kecil kehilangan mainan kesayangannya.
Setiap hari akan sama jika apa yang ada dipikiran tidak bisa dituangkan secara mendidih.
Setiap hari akan banyak hujaman-hujaman, umpatan-umpatan.
Itulah mengapa kita berbahasa.
Berkata-kata.
Berbincang.
Mengeluarkan maksud yang ada dipikiran.
Untuk menjelaskan aku mencintaimu.
Aku merindukanmu.
Aku mengerjaimu.
Aku mengikutimu.
Untuk menepati janji.
Untuk mengerti sebuah tindakan.
Perbincangan.
Pertimbangan.
Pergaulan.
Perikatan antar sesama.
Semua itu adalah bahasa per kata.
Tak satupun ada orang yang mengerti arti tindakan menguap, tanda ia kelelahan dan ingin memejamkan mata tanpa memperjelasnya dengan, "Aku kekurangan oksigen dan sangat membutuhkan air".
Tidak akan satu orang pun tahu arti colekkan tanda ia bergairah.
Semua hanya masalah waktu.
Aku mempelajari mereka mulai dari apa saja kata yang keluar saat mereka bicara.
Perkataan yang bagaimana agar orang lain tahu apa yang ia katakan.
Kata mengubah dunia.
Kata mempelajari jaman.
Kata meraup energi dari manusia.
Kita tebelenggu dengan kata dan berkata-kata sesuai dengan pikiran kita.
Jika aku menulis ini, bukankah aku berbicara dengan kata-kataku sendiri?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar