Hai... Namaku Tari.
Apa yang akan aku ceritakan adalah kenangan. Lebih tepatnya sebuah kenangan, sejauh yang aku ketahui mengenai hidup ini. Sejumput warna yang berkibar tentang hidup ini.
Aku tahu hari - hari begitu cepat berlalu tidak maupun dengan sengaja. Maksudnya begini.
Bukankah terlalu singkat jika memang kita tahu kapan kita akan beranjak menjauh dari bumi ini?
Bukankah terlalu sedih untuk tahu bahwa seseorang harus pergi karena tangannya sendiri?
Yah...
Terkadang rumput yang hijau adalah sebuah kesunyian yang menerka pikiranku, dan terkadang pula matahari selalu menginginkan sinarnya bisa membuat senyum setiap makhluk.
Tentu saja semua hanya kiasan. Mana ada rumput hijau adalah sunyi? Mana ada matahari bisa membuat senyum semua mulut? Aneh...
Tapi itu yang aku hadapi. Ketebalikan dari sebuah ladang yang rumputnya hijau. Kesenjangan dari matahari dengan sengat panasnya.
Jika salah satu teman adalah rumput hijau, maka teman yang lain adalah matahari yang akan menerjangnya sehingga menjadi kuning.
...
Dan itu aku.
Terlepas dari siapa aku, darimana aku berasal, bagaimana rupaku dan lain sebagainya.
Kegiatan membunuh aku rasa cukup kasar. Maka aku cukup menjadi mataharinya. Menarik bukan?
Mengapa bisa begitu?
Satu tujuanku. Menjadi baik di setiap anggapan yang salah. Menjadi baik di setiap perbuatan yang aku anggap benar.
Tanpa aku, mana ada kalian, wahai rumput hijau.
Tanpa ada aku, mau kau apakan bumi ini?
Jika aku menjauh dan pergi, kalian ingin apakan hidup kalian?
Maksudku, entah kapan aku akan pergi, tapi satu hal...
Hargai aku.
Sejelek apapun aku, aku hanya ingin diterima.
Penuh dengan penantian bahwa kalian akan tahu perasaanku.
Jangan suka mengeluh.
Dimanapun rumput hijau, tidak akan hidup selamanya!
Sehijau apapun kalian!
Aku memang menjengkelkan.
Aku memang menyakitkan.
Cukup tahu dan aku cukup senang atas anggapan itu.
Setidaknya kalian menganggap aku ada meskipun anggapannya buruk.
Satu - satunya yang ingin aku ubah adalah diriku sendiri.
Jika bisa dan jika aku mampu, akan aku ubah cara hidupku dan cara pandang kalian.
Aku sudah cukup mencintai kalian. Maka cintailah aku.
Maka, mungkin musim panas bisa aku ubah menjadi musim dimana kalian dan aku bisa bersentuhan.
Kenanganku bukanlah sebuah kenangan yang asik, ya?
Tapi sejuah ini, hidupku penuh dengan warna dan punya ciri khasnya sendiri.
Cukup dari aku. Lagi pula hari ini aku masih galau.. Bye
Tidak ada komentar:
Posting Komentar