Lalu terbang tak berlanjut.
Langkah merajah tanah.
Dan kemudian tertutupi debu.
Semilir angin berayun.
Lalu terbuyar lagi.
Cinta bersemi dalam waktunya.
Karena ilham, layu tak berbentuk.
Awan menarik langitnya.
Bukan apa - apa, tapi hanya sebatas tahu.
Harumnya mengguyur pesona.
Entah, mengapa itu terjadi sedetik lalu.
Hati panas karena ucapan.
Bertemu kekasih lebih mengencangkan perasaan.
Uap muncul karena keterbalikan.
Lalu bercerai - berai.
Sedetik kemudian...
Sedetik...
Sedetik lagi...
Sedetik seterusnya...
Berlalu.
Ia datang menjelma hujan.
Hanya sebentar, pelangi pun tak tampak.
Sebatas rindu saat ini.
Meskipun sebentar sudah mengubah selera romantis.
Marah dengan berbagai pengalaman.
Dan datang lagi pengalaman, lupalah.
Datang...
Pergi...
Hitam...
Putih...
Hidup...
Mati...
Sekejap...
Menghilang...
Semenit?
Dua menit?
Tiga menit?
Apa?!
Cepat ada.
Hanya menyapa dan seperti biasa, pergi.
Apa?
Ada.
Semua akan cepat berlalu.
Mengelilingi ego untuk terluka.
Menjadikan pusat perhatian tersamar.
Tetap menjadi seperti ini.
Terangkan demi kepuasan hidup.
Yah...
Mau apa lagi.
Ku lanjut esok saja.
Agar tahu kejadian - kejadian untuk mendapat insprasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar