Rabu, 17 Oktober 2012

Entah Kemana Saja

Sebuah benalu hidup dalam sangkarku
Dia menghabisi segala bentuk rupanya
Tak tersangkut lagi pintuku dengan dahan yang lain
Dan menjadi buyar entah kemana saja
Biar semua dengan adanya
Sungguh biar turun dalam penatnya
Ribuan tahun tak akan merubah petikkannya
Bahkan sampai dunia ini hanya mempunyai 1 Raja
Halusinasi yang membuat halangan pahit
Tapi tetap perempuan ini punya nyali
Untuk tahu betapa berat pikulan - pikulan itu terjinjing
Dan berhenti sampai mati
Wanita ini hanya perlu kasian pada diri
Tidak dengan naluri terkadang menjadi kekang
Pikir perempuan ini jauh lebih sempit
Hanya sebatas langit ke - 7
Yang dikelilingi oleh tatapan penggoda
Dan mencoba berpaling menjadi jahat
Dasarnya adalah bosan
Mengapa sanggup adalah keputusannya
Hirauan teman tetap dinomorsatukan
Entah jari kelingking adalah janji
Dimana sesuai janji maka tak tertepati
Mengapa ada setahun jika ada sehari
Perbuataanya begitu kemilau dihati
Terapi - terapi begitu tak sejalan
Girangnya hari tak begitu memukau
Ada benalu yang hinggap di sarangku
Mengukir kisah lama
Tak berujung dan fatal
Memporakporandakan hidup
Dan siap jatuh entah kemana saja

Selasa, 09 Oktober 2012

Baca Diriku dari Pertanyaanku, Maka Aku Menjawab Pertanyaanmu

Haruskah aku membandingkanmu dengan harapan baruku? Karena aku pikir itu hal yang sama.
Mampukah aku menertawai leluconmu dengan seringaiku? Karena aku pikir itu adalah nafasku.
Bukankah kau sama dengan nadiku? Karena darahmu mengalir dalam kenanganku.
Tahukah "durimu" adalah nyawaku? Karena mawarlah yang menjadi pendampingku.
Maukah kau menjadi bagian dari remukan hidup ini? Lalu kita coba pecahkan teka - teki didalamnya.
Yakinkah kau tentang arti pertemuan kita? Karena tidak sengaja adalah bagian dari perjalanan penerimaan.
Betulkah kau merasa jatuh cinta? Aku hanya menduga karena cinta kutuai dari benihku.
Pikiran apa yang ada dibenakmu beberapa hari ini? Semua itu adalah alasan mencari arti dan akan terus terjadi.
Pedulikah dirimu akan terikatnya benang? Karena aku berharap biar waktu yang memisahkan.
Apakah kau mencoba untuk tahu semua hal itu? Sesungguhnya, jika tidak biar aku yang tahu. Jika ya, jadikan itu untuk pengalamanmu dengan yang lain. Karena aku pikir, pertanyaan adalah hembusan nafasku dan jawabannya adalah semua tentang dirimu saat ini dan seterusnya yang akan selalu tersamarkan oleh berjalannya usia.

Shinjitsu No Uta / 真実の歌

Hai... Namaku Tari.
Apa yang akan aku ceritakan adalah kenangan. Lebih tepatnya sebuah kenangan, sejauh yang aku ketahui mengenai hidup ini. Sejumput warna yang berkibar tentang hidup ini.
Aku tahu hari - hari begitu cepat berlalu tidak maupun dengan sengaja. Maksudnya begini.
Bukankah terlalu singkat jika memang kita tahu kapan kita akan beranjak menjauh dari bumi ini?
Bukankah terlalu sedih untuk tahu bahwa seseorang harus pergi karena tangannya sendiri?
Yah...
Terkadang rumput yang hijau adalah sebuah kesunyian yang menerka pikiranku, dan terkadang pula matahari selalu menginginkan sinarnya bisa membuat senyum setiap makhluk.
Tentu saja semua hanya kiasan. Mana ada rumput hijau adalah sunyi? Mana ada matahari bisa membuat senyum semua mulut? Aneh...
Tapi itu yang aku hadapi. Ketebalikan dari sebuah ladang yang rumputnya hijau. Kesenjangan dari matahari dengan sengat panasnya.
Jika salah satu teman adalah rumput hijau, maka teman yang lain adalah matahari yang akan menerjangnya sehingga menjadi kuning.
...
Dan itu aku.
Terlepas dari siapa aku, darimana aku berasal, bagaimana rupaku dan lain sebagainya.
Kegiatan membunuh aku rasa cukup kasar. Maka aku cukup menjadi mataharinya. Menarik bukan?
Mengapa bisa begitu?
Satu tujuanku. Menjadi baik di setiap anggapan yang salah. Menjadi baik di setiap perbuatan yang aku anggap benar.
Tanpa aku, mana ada kalian, wahai rumput hijau.
Tanpa ada aku, mau kau apakan bumi ini?
Jika aku menjauh dan pergi, kalian ingin apakan hidup kalian?
Maksudku, entah kapan aku akan pergi, tapi satu hal...
Hargai aku.
Sejelek apapun aku, aku hanya ingin diterima.
Penuh dengan penantian bahwa kalian akan tahu perasaanku.
Jangan suka mengeluh.
Dimanapun rumput hijau, tidak akan hidup selamanya!
Sehijau apapun kalian!
Aku memang menjengkelkan.
Aku memang menyakitkan.
Cukup tahu dan aku cukup senang atas anggapan itu.
Setidaknya kalian menganggap aku ada meskipun anggapannya buruk.
Satu - satunya yang ingin aku ubah adalah diriku sendiri.
Jika bisa dan jika aku mampu, akan aku ubah cara hidupku dan cara pandang kalian.
Aku sudah cukup mencintai kalian. Maka cintailah aku.
Maka, mungkin musim panas bisa aku ubah menjadi musim dimana kalian dan aku bisa bersentuhan.

Kenanganku bukanlah sebuah kenangan yang asik, ya?
Tapi sejuah ini, hidupku penuh dengan warna dan punya ciri khasnya sendiri.
Cukup dari aku. Lagi pula hari ini aku masih galau.. Bye