Sabtu, 16 Juni 2012

Diam Membawa Sakit yang Perih



Heiii...! 
Aku bukan seonggok direktur! Yang tidak butuh manusia lain...
Aku bukan seuntai daun gugur! Yang tidak lagi membutuhkan dahan...
Aku bukan peti mati! Dibutuhkan saat 1 manusia ingin menjadikan ku tempat nyaman...
Aku bukan pelacur! Yang bisa dipanggil jika ada maunya...

...aku manusia...

Waktu, emosi, naungan, pergaulan, penampilan, bahkan TUBUHku, aku berikan secara cuma-cuma.
2 setengah tahun aku begitu semangat menunggu.
2 setengah tahun aku terbelenggu dalam dosa.
2 setengah tahun aku menangis, meratapi indahnya.
2 setengah tahun aku menahan luka yang terperih!!!
2 setengah tahun aku berjalan dengan waktu dan tidak mendapat apa2.
2 setengah tahun aku sirami, aku rawat, aku jaga, aku perhatikan, aku berikan yang terbaik, aku belai, aku cium, aku cumbu, aku tangisi... aku mencintai ...
2 setengah tahun aku mengerti ada yang memiliki. Tapi berbeda dengan cinta yang aku miliki...
Dia hanya memanfaatkan.
Dia memperolok.
Dia menghakimi.
Dia memberiku benci.
Dia mengatai ku perebut pria atas wanita.
Dia penakut.
Dia bodoh.
Dia tidak mengerti kau.

...dia wanita sama seperti ku...

...tapi aku berikan yang berbeda...

Kau menangis?
Kau bimbang?
Kau dillema?
Kau tidak tahu apa yang harus dilakukan?
Kau egois!
Kau sama sekali tidak mengerti aku!
Kau sia2kan aku!

...kau berhasil merebut badanku...

Heiiiii...!
Aku butuh kau!
Duniaku berubah atas pertemuan kita!
Aku biarkan semua berjalan tidak baik dalam ku dan berjalan sesuai dengan harapanmu...

Menyesal?
Aku?
Aku menyesal?
Untukmu tidak ada kata yang aku terima selain "TIDAK APA-APA. HANYA UNTUK DIA. BIAR DIA SENANG"
Tapi dalam ku?
Mengertikah?
Habis manis sepah dibuang.
Dia menikmati tubuhku, aku dilepas hanya dengan keadaan diam...
Kasihan aku. Biar ku nikmati sampai hari ku tua dalam kesendirian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar