Kata orang butuh waktu lama untuk melupakan orang yang disayangi dan dengan waktu sebentar untuk jatuh cinta.
Kata orang cinta tumbuh dari kebiasaan.
Kata orang tidak pantas memberi cinta pada orang yang salah.
Kata orang
...
(membuang nafas)
Kesempatan - kesempatan itu diluar batas pikir seorang pencinta hidup.
Keragu - raguan membuatnya berpikir dialah orang terbodoh yang pernah ada.
Keluguannyalah yang sanggup menuai butiran - butiran embun di setiap senyumnya matahari.
Adalah satu dari segalanya untuk menjadi berbeda.
(menoleh ke kanan)
Kesendirian membuat agar -agar menjadi tak menarik untuk disantap.
Kesendirian menjadikan udara lebih dingin dari biasanya.
Kemakmuran mata sebagai jaminan segarnya nafas kehidupan.
Bukankah menarik?
(menengok ke kiri)
Mawar tak biasanya sehitam perasaanku.
Kelamnya tak mengimbangi pikiran - pikiran najisku.
Kedua tangan hendak merangkul siapa?
Kepada siapa aku tuangkan air remukan gelas ini?
(arah pandangan kembali ke depan dengan duduk sedikit maju)
Posisiku sedang melawan arus.
Kemana hendak berlabuh kembali?
Kesana? Kesini?
Kemana?
(sikap duduk sedikit berubah)
Badan ini
...
Mau apa badan ini?
Kehancuran seperti apa yang akan diterimanya?
Keselarasan setiap butir udara adalah melihat dengan hati.
(mencoba menikmati sekitar)
Boleh untuk berubah?
Boleh bersikap tidak adil?
Aku lakukan sesukaku.
Aku buat sedikit mengalami kejanggalan.
(melihat jam menunjukkan pukul 1 siang tepat!)
Haruskah bertahan hanya dengan 1 kaki?
Haruskah menjalani kegagalan?
Haruskah tahu bagaimana cara berpaling?
Haruskah?
(menghela nafas kedua)
Uraian kata tak menunjukkan bahwa hanya berpeluang 1 harapan.
Tapi ada banyak kekuatan yang tersirat sebagai motivasi.
Ada sedikit saja pecahan hati disini
Sudah cukup aku rasakan sebagai wanita.
(pergi dan berlalu)
...
Bagiku, aku duluan yang tahu bagaimana dan seperti apa perasaanku.
Biar aku putuskan dengan adil dan andilku.
galau nya boooo.... :D
BalasHapusKak okky : huhhuhu.. Galau.. Nggak tau lahh..
BalasHapus